Kisah ini adalah kisah nyata yang pernah terjadi di Beijing ,china ,Lei dan Yi mei merupakan dua orang sahabat yang selalu bersama-sama saat sekolah,dan tanpa disadari Yi mei memiliki perasaan cinta kepada Lei,tetapi hal itu tidak pernah diungkapkannya karena Yi mei khawatir bahwa itu akan mengganggu hubungan persahabatannya apabila hal itu diketahui oleh Lei.Yi mei tidak pernah mengungkapkan persaannya kepada Lei karena Yi mei berpikir bahwa dirinya hanyalah sahabat dan mungkin saja Lei telah mencintai wanita lain dan persahaban itu terus berlangsung sampai mereka selesai sekolah.

Kemudian pada suatu hari Lei datang menemui Yi mei kerumahnya dan dalam pertemuan tersebut Lei mengatakan bahwa akan segera menikah dengan orang lain.mendengar hal tersebut hati Yi mei sangat sedih mendengarnya,dan dia kemudian menyembunyikan rasa sedihnya agar tidak sampai diketahui oleh Lei.Yi mei berusaha tegar,dia mengatakan kepada sahabatnya itu “aku harap kamu bahagia” dan Lei pun tersenyum mendengar ucapan sahabatnya tersebut dan kemudian memeluknya sebagai ungkapan kebahagiaan.tanpa diketahui oleh Lei bahwa Yi mei hatinya sangat sedih dan sesak,tidak memiliki semangat hidup,dan semuanya telah berubah.cinta terpendam sebelah tangan hanya dia sendiri yang merasakannya tetapi sahabatnya tersebut tidak pernah memikirkannya.tetapi Yi mei mendoakan sahabatnya tersebut agar kelak bahagia dengan wanita pilihannya.

Kemudian suatu hari tanggal 12 juli 1994 Lei datang menemui Yi mei dan dalam pertemuan tersebut Lei memberikan contoh undangan pernikahan kepada Yi Mei dan Lei berharap Yi mei dapat mencetak undangan pernikahan tersebut untuknya dan meminta Yi mei datang ke acara pernikahannya.sebagai sahabat Yi mei tentu mengerti apa yang dipikirkan oleh Lei,kemudian dia mengatakan akan datang ke acara pernikahannya tersebut.dan dalam pertemuan tersebut Lei memperhatikan Yi mei berubah, badannya terlihat kurus,wajahnya tidak ceria,dan kemudian Lei bertanya ada apa denganmu mei?…kamu terlihat sangat kurus,apa kamu sakit atau ada masalah?…mendengar hal itu Yi mei menjawab dengan berusaha memberikan senyuman yang manis, saya tidak apa-apa,saya baik-baik saja dan tidak ada masalah apa-apa,jadi kamu jangan khawatir.kemudian Yi mei mencoba mengalihkan pembicaraan tentang contoh undangan pernikahan Lei,dan Yi mei mengatakan bahwa contoh undangan pernikahannya bagus dan sebaiknya warnanya menggunakan merah muda saja agar lebih lembut.mendengar hal tersebut Lei tersenyum dan mengatakan akan segera mengganti contoh undangan tersebut dan setelah itu Lei pamit untuk menemui calon istrinya.Lei mengatakan akan mengajak calon istrinya untuk pergi mencari perabotan rumah tangga dan Yi mei melambaikan tangan saat mereka berpisah,dan Yi mei sangat sedih tetapi berusaha memberikan senyum terindah untuk Lei.

Lei tidak mengetahui bahwa Yi mei mengidap penyakit kanker darah stadium akhir,dan kecil kemungkinan harapan hidup Yi mei dan pada tanggal 18 Juli 1994 Yi mei terbaring dirumah sakit,dia mengalami koma dan tidak sadarkan diri.dirumah sakit badannya dipenuhi alat bantu,hanya pendengarannya yang masih berfungsi sedangkan organ lainnya dinyatakan tidak lagi berfungsi.Keluarga Yi mei sangat sedih melihat kondisinya dan kemudian keluarga tidak tahan melihat kondisi Yi mei dalam keadaan koma dan akhirnya menyetujui agar dilakukan suntik mati kepada Yi mei untuk mengakhiri penderitaannya tersebut.

Selama Yi mei berada dirumah sakit,sahabatnya Lei setiap hari selalu datang menjenguk sahabatnya tersebut,menunggu berharap Yi mei bisa sadar dari kondisi koma tersebut,bahwa Lei menunda rencana pernikahannya karena sahabatnya tersebut merupakan tamu penting baginya.dia tidak ingin saat acara pernikahannya dia gembira tetapi sahabatnya Yi mei terbaring dirumah sakit dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Pada tanggal 10 Desember 1994 seluruh keluarga Yi mei berkumpul dan menyetujui esok harinya tanggal 11 Dsember 1994 Yi mei akan disuntik mati agar mengakhiri penderitaan yang dialami Yi mei dari kondisi koma.kemudian sebelum hal itu dilakukan Lei meminta izin kepada keluarga Yi mei untuk diberikan kesempatan berbicara untuk terakhir kalinya kepada Yi mei kemudian dia berbicara kepada Yi mei dengan mendekat ke telinga Yi mei kemudian Lei berbisik

” Mei.. ini aku Lei,apa kau ingat waktu kita mencari belalang kemudian menangkap kupu-kupu?…aku tidak akan pernah lupa hal itu. apa kau ingat saat kita masih sekolah?…kita sering dihukum bersama karena terlambat masuk sekolah…dan kita sering dihukum bersama-sama..”

” Mei… apa kau ingat saat kau ikut lomba lari,kau jatuh ke lumpur dan saat itu aku mengejekmu…?kemudian kau marah dan mendorongku kembali ke lumpur sampai aku kotor karena lumpur?…apa kau ingat kita selalu mengerjakan tugas PR sekolah bersama?…aku tak pernah dapat melupakan itu..”

” Mei,aku ingin kau bisa tersenyum kembali seperti dulu,apa kau tega meninggalkanku sendiri?… kemudia tanpa sadar Lei menangis dan air matanya jatuh ke wajah Yi mei .” kau tahu tidak?..kau sangat berarti bagiku..aku tidak rela kalau besok kau disuntik mati..sampai kapanpun aku tidak rela,bangunlah mei…aku ingin membawamu lari dari rumah sakit ini agar kau tidak disuntik mati… kau tahu kenapa? karena aku sangat mencintaimu mei…, aku tidak ingin kehilanganmu…sambil menangis dan menggenggam tangan Yi mei,Lei memohon ” Mei…tolonglah bangun mei..bangun…aku percaya tuhan akan mendengarkan doaku untukmu,tuhan itu baik dia akan mendengarkan doaku,bangunlah mei…sudah lama aku melakukan puasa untuk permohonanku ini agar kau segera sembuh.”

” Mei… aku tidak bisa…aku tidak bisa kalau besok hadir di acara pemakamanmu mei..makanya aku minta bangunlah mei…cepat sadar mei…,kau sangat jahat meninggalkanku sendiri disini,kau tahu mei..? aku menikah karena aku tidak ingin dibayangi olehmu mei…agar kau bisa menikah dengan orang yang kau impikan itu saja mei…seandainya saja kau mengatakan kau mencintaiku maka aku akan membatalkan pernikahanku,walau itu tidak mungkin…,tetapi kau ingin pergi meninggalkanku..” Lei menangis sejadi-jadinya sampai suara nya parau dan sambil terisak Lei membisikkan kata ke telinga Yi mei ” aku mencintaimu.., aku sayang padamu…”

Setelah itu apa yang terjadi?.. kemudian 7 jam setelah itu terjadi keajaiban.dokter menemukan tanda-tanda kehidupan dalam diri Yi mei,jarinya mulai dapat bergerak , dan semua organ tubuhnya mulai berfungsi,kemudian pihak dokter rumah sakit menghubungi keluarga Yi mei dan mengatakan masa koma telah berakhir,dan seluruh anggota kelurganya mengucap syukur kepada tuhan dan sangat gembira mendengar kabar tersebut.

Lei selalu mendampingi Yi mei dirumah sakit menemani Yi mei dan pada tanggal 14 Desember 1994 Yi mei dapat membuka mata dan berbicara,dia melihat Lei ada disampingnya,dia tersenyum .kemudian Lei menangis dan kemudian memeluk Yi mei sambil mengucap puji syukur kepada tuhan. dan Yi mei kemudian mengatakan ” Kau memintaku bangun…,kau bilang kau mencintaiku…,mendengar itu aku berjuang untuk hidup,hidup untukmu…, Lei aku mohon jangan pernah tinggalkan aku lagi ya…aku sangat mencintaimu..” mendengar hal itu Lei kemudian memeluk Yi mei dengan rasa haru dan bahagia.kemudian pada akhirnya tanggal 17 Februari 1995 Lei dan Yi mei menikah,mereka bahagia dan telah dikaruniai 1 orang anak laki-laki.

Melihat cerita tersebut saat orang tua Yi mei mengambil keputusan untuk mengakhiri penderitaan Yi mei dengan meminta dilakukan suntik mati,kadang kita dihadapkan dengan sebuah kenyataan dan harus ralistis dalam menghadapinya, hidup memang selalu diliputi oleh rasa kekhawatiran,saat Lei khawatir Yi mei tidak bisa sembuh dengan kondisi yang seperti itu,oleh sebab itu nyatakanlah segala keinginanmu kepada tuhan dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur,carilah tuhan,maka tuhan akan melepaskanmu dari ketakutanmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here