Epicurus (342-271 SM) hidup di zaman jatuhnya Raja Alexander Agung.Akibatnya Yunani terpecah belah sehingga akhirnya Yunani tersebut menjadi bagian dari Imperium Romawi.dengan kondisi tersebut akibat yang ditimbulkan lebih jauh adalah lahirnya ajaran atau teori baru dalam bidang filsafat sebagaimana yang dikemukakan oleh Epicurus.

Sifat ajaran dari Epicurus tersebut adalah Individualisme,yang berarti bahwa Individu-individu tersebut merupakan bagian yang terpenting dalam suatu negara,bahkan adanya negara itu pada dasarnya untuk memenuhi kepentingan dari Individu-individu itu sendiri.

Kepentingan Individu dalam suatu negara harus lebih diutamakan,sebab apabila Individu-individu tersebut bahagia maka dengan sendirinya negara juga akan bahagia pula.namun kenyataannya di dalam masyarakat /negara tersebut sering kali terjadi kekacauan,sehingga untuk mengatasi hal tersebut negara mengeluarkan Undang-undang .

Akan tetapi Undang-undang itu belum dapat berlaku manakala belum mendapat persetujuan dari Individu-individu itu sendiri,sehingga disinilah bahwa ajaran/teori Epicurus tersebut mengandung adanya benih-benih perjanjian bermasyarakat (Contrac social).

Asal Mula Negara

Menurut Epicurus bahwa asal mula/timbulnya negara merupakan hasil dari perbuatan manusia,baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja guna melaksanakan kepentingan dari para anggota/Individu-individu tersebut.oleh karenanya negara itu tidak mempunyai dasar hidup sendiri,tetapi manusia sebagai Individu tersebutlah yang mempunyai dasar hidup sendiri.

Tujuan Negara menurut Epicurus ialah Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban ,untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban tersebut tiap-tiap Individu harus menundukkan diri kepada negara /Pemerintah apapun bentuknya dan bagaimanapun sifatnya.

Disamping itu bahwa tujuan dari negara tersebut ialah untuk menyelenggarakan keenakan pribadi/diri sendiri.namun keenakan yang dimaksudkan dalam hal ini adalah keenakan yang bersifat kejiwaan ,sehingga sifatnya lebih langgeng dibandingkan dengan keenakan Materialisme.Jadi tujuan Negara Menurut Epicurus yaitu :

  1. Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban
  2. Menyelenggarakan keenakan pribadi yang bersifat rohani.

 

 

Teori Zeno

Madzhab kedua dari Zaman Yunani sebelum ditaklukkan oleh bangsa Romawi adalah Madzhab Stoicin dari kaum Stoa.Tokoh aliran ini adalah Zeno.Diberikan nama Madzhab kaum stoa/Stoicin karena pada waktu itu Zeno dalam mengembangkan ajarannya tersebut dilakukan di lorong-lorong yang banyak tonggak temboknya (Stoa).

Ajaran Filsafat yang diajarkan oleh Zeno adalah Universalisme.namun Universalisme tersebut tidak sama dengan Universalisme yang dikemukakan oleh Aristoteles.Universalisme yang dikemukakan oleh Aristoteles hanya berlaku bagi orang-orang Yunani saja,sedangkan Universalisme yang dikemukakan oleh Zeno tersebut bersifat umum (yang meliputi terhadap seluruh manusia dan bersifat kejiawaan,sehingga akibatnya adalah hilangnya perbedaan antara orang-orang Yunani dengan orang yang bukan Yunani/Bangsa lain di dunia ini,dan akhirnya timbullah moral sehingga memungkinkan terbentuknya negara dunia/Imperium dimana di dalamnya setiap orang mempunyai kedudukan yang sama sebagai warga dunia tersebut.

Hukum yang berlaku ialah hukum alam.sifat dari hukum alam tersebut adalah abadi serta tidak berubah-ubah.inti dari hukum alam tersebut adalah akal,sehingga dengan akal yang kita miliki tersebut dapat mengetahui segala sesuatunya dan pada akhirnya dibentuklah negara dunia/imperium.

Dipengaruhi dari keadaan yang terjadi sebelumnya sehingga ajaran kaum stoa tersebut pada dasarnya berisi tentang :

  1. Mengambarkan manusia dalam keadaan yang kosong karena mengalami kebobrokan sosial etisnya.
  2. Mencarikan jalan keluar untuk mengatasi kebobrokan tersebut dengan syarat etis minimum.

 

Ajaran Zeno tersebut bila dibandingkan dengan ajaran Aristoteles dan Epicurus maka terdapat adanya suatu perbedaan yaitu :

  1. Kalau ajaran Zeno Universalisme yang dimaksudkan adalah berlaku bagi semua bangsa-bangsa dan bersifat kejiwaan sehingga menghilangkan perbedaan diantara bangsa-bangsa,yang akhirnya melahirkan negara dunia/Imperium.
  2. Ajaran Universalisme  Aristoteles hanya berlaku bagi orang Yunani saja,sedangkan ajaran Epicurus bersifat Individualistis,dimana manusia itu merupakan bagian dari negara dan mempunyai kedudukan yang penting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here