Tempe, siapa yang tidak kenal dengan makanan tradisional yang bahan utamanya adalah kacang kedelai. Kacang kedelai merupakan salah satu tanaman polong-polongan, kacang kedelai juga banyak dijadikan makanan olahan seperti kecap, tahu dan tempe. Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai. Secara umum tempe berwarna putih karena pertumbuhan miselia kepang  yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga membentuk tekstur yang memadat.

Tempe yang merupakan salah satu makanan  yang difavoritkan oleh orang Indonesia. Makanan yang berbahan dasar kacang kedelai ini juga walau merupakan makanan tradisional tetapi masih termasuk makanan impor, karena kacang kedelai lebih banyak di datangkan dari luar Negeri. Dan penghasil kedelai utama didunia adalah Amerika Serikat.

Selain kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi kandungan protein nabati yang baik untuk metabolisme tubuh, mempunyai nilai obat seperti antibiotik untuk menyembuhkan infeksi dan antioksida untuk pencegah penyakit degeneratif, tempe juga dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan lainnya. Tempe yang merupakan makanan yang bahan pembuatannya tidak mengandung unsur hewani, jadi dapat dikonsumsi oleh kaum vegetarian. Sehingga banyak kaum vegetarian yang menggunakan tempe sebagai pengganti daging.

Nah, berikut adalah cara-cara membuat tempe yang cepat dan mudah untuk dipraktekkan dirumah.

  1. Pemilihan Kedelai

Proses pertama yang dilakukan adalah memilih kedelai dengan kualitas yang bagus agar hasil tempenya juga bagus, sebisa mungkin kedelainya tidak tercampur dengan biji-bijian lain seperti jagung, kacang hijau atau biji-bijian lainnya.

2. Pencucian kedelai

Pencucian kedelai dilakukan agar kotoran yang terdapat diantara kedelai dapat hilang. Hal ini sangat diperlukan karena akan mempengaruhi tempe yang dihasilkan. Jika kedelai yang digunakan bersih, maka kualitas tempe yang dihasilkan akam menjadi baik. Tetapi ketika ada kotoran misalnya ranting atau kerikil pasti hal tersebut akan mempengaruhi kualitas tempe yang dihasilkan.

3. Perendaman Kedelai

Setelah kedelai bersih dari kotoran langkah selanjutnya adalah merendam kedelai. Perendaman kedelai dimaksudkan untuk menyeleksi kedelai dengan kualitas yang baik. Jika kedelai mengambang, maka kualitas kedelai tersebut tidak baik, dan sebaiknya kedelai tersebut dibuang.

Selain memisahkan kedelai yang berkualitas  bagus dan tidak bagus, proses perendaman juga akan mempermudah pelepasan kulit ari kedelai tetapi jika kamu menggunakan kedelai yang masih terdapat kulit arinya. Perendaman ini dilakukan selama satu malam agar air benar-benar masuk kedalam kedelai dan kedelai menjadi lebih lunak dan kedelai menjadi mengembang.

4. Peremasan dan Pencucian kembali

Setelah kedelai direndam semalaman, kedelai tersebut harus diremas-remas agar kulit arinya dapat mengelupas. Setelah itu lakukan pemisahan antara kedelai dengan kulit arinya. Kemudian cuci kembali kedelai dan pastikan bahwa tidak ada kulit ari dan kotoran lainnya yang masih terdapat diantara kedelai yang akan diolah.

5. Perebusan kedelai

Kedelai yang sudah bersih dari kulit ari dan kotoran, selanjutnya dimasukan ke dalam panci yang besar untuk direbus. Gunakan wadah atau panci yang sesuai dengan banyaknya kedelai yang akan diolah. Saat merebus kedelai gunakan air yang bersih bukan menggunakan air PDAM, agar nanti pada saat fermentasi tidak terganggu, karena biasanya pada air PDAM terdapat campuran kaporit. Proses perebusan ini membutuhkan waktu yang cukup lama sampai kedelai benar-benar matang. Setelah matang angkat dan tiriskan kedelai tersebut sampai kering.

6. Pendinginan kedelai

Setelah kedelai matang, langkah selanjutnya adalah menghilangkan uap panas dan mendinginkan kedelai. Gunakan wadah atau terpal yang bersih dengan permukaan yang lebar dan ratakan kedelai diatas permukaan terpal tersebut. Untuk mempercepet proses pendinginanan juga dapat menggunakan kipas angin agar kedelai menjadi cepat dingin.

7. Peragian.

Proses yang paling penting dalam pembuatan tempe adalah peragian. Karena pada proses ini akan menentukan berhasil atau tidaknya proses pembuatan tempe. Peragian hanya boleh dilakukan setelah kedelai sudah benar-benar kering dan uap panasnya sudah benar-benar hilang. Jangan menaburkan ragi pada saat kedelai masih dalam keadaan panas karena dapat mematikan mikroorganisme yang ada dalam ragi tersebut.

Penaburan ragi juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan, biasanya untuk 2 kg kedelai hanya diperlukan 2 sendok makan ragi tempe. Jika kedelai sudah benar-benar kering ragi sudah dapat ditaburkan diatas permukaan kedelai dan ratakan sampai semua kedelai sudah terkena ragi semua.

8. Pembungkusan

Setelah kedelai diberi ragi, kedelai sudah siap dimasukan dalam kemasaan plastik atau pun dengan menggunakan dedaunan. Caranya cukup mudah tinggal memasukan kedelai kedalam bungkusan. pembungkus yang baik sebenarnya adalah daun pisang, tetapi jika menggunakan plastik bening lebih baik diberi lubang terlebuh dahulu dengan menusuk plastik menggunakan lidi atau tusuk gigi, tapi jangan terlalu banyak membuat lubang tersebut agar tempe yang diperoleh nanti menjadi berwarna putih dan enak. Tujuan pemberian lubang jika menggunakan pembungkus plastik adalah agar ragi pada tempe mendapatkan udara.

9. Fermentasi

Setelah kedelai dimasukan kedalam pembungkus, letakan tempe yang belum jadi ini pada suhu ruang. Jika ingin mendapatkan hasil fermentasi yang lebih efektif, letakan tempe yang belum jadi pada suhu ruangan yang hangat selama kurang lebih 24 jam. Jangan menumpuk tempe yang belum jadi, karena pada saat proses fermentasi tempe akan mengeluarkan panas.

10. Proses akhir

Setelah didiamkan selama kurang lebih 24 jam, saatnya melihat apakah tempe tersebut telah ditumbuhkan  bulu-bulu halus berwarna putih atau belum. Jika sudah itu artinya tempe sudah jadi dan siap diolah menjadi masakan yang enak.

Bagaimana, cukup mudah bukan membuat tempenya? Nah itulah cara cepat dan mudah membuat tempe yang bisa langsung kamu praktekkan dirumah. Selamat mencoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here